This is Me

What I feel, what I think, what I want

Aku tidak akan berhenti!

 

Hidup ini memang penuh warna, ada bermacam-macam karakter, sifat, morfologi luar, anatomi, yah macem-macem deh. Karena itu juga pendapat orang tentang suatu permasalahan yang sama, bisa macem-macem juga, contohnya adalah pendapat keempat sohibku, teman baik buanget yang udah kaya saudara ketika di kuliahan ni, siapa lagi kalo bukan Chandra, Iqbal, Dayat, dan Siska, No one support me to get master degree. And u know what their reasons? Kira-kira kaya gini pendapat mereka Pratiwi, cowok itu biasanya takut ngedeketin cewek yang gelarnya tinggi2, cewek itu sebaiknya gak menikah terlalu tua, dsb. Oh My God!

Apa yang salah sih dengan cewek yang mempunyai gelar pendidikan lebih tinggi? Apakah semua itu bisa mengukur tingkat kualitas keimanan dan keilmuan seseorang? Apakah itu adalah standar mutlak untuk menilai seseorang? Apakah itu suatu kesalahan kalau kita ingin belajar dan menjadikan tingkat pendidikan yang tinggi itu sebagai media? Apakah salah jika seseorang ingin tidak hanya menjadi ibu rumah tangga yang baik tapi juga wanita karir yang baik? Apakah salah jika cewek itu punya impian yang tinggi tentang keilmuan? Bukankah menuntut ilmu itu wajib bagi laki-laki dan perempuan? Bukankah perintahnya sudah jelas?

Buat saya ini bukan sekedar perkara eksistensi,  bukan pula sekedar ego pribadi, bukan masalah hebat-hebatan, bukan pula sekedar GILA  gelar. Karena ini adalah masalah idealisme yang tersimpan dalam diri, pemikiran-pemikiran yang ingin terus hidup dan dikembangkan di ranah yang seharusnya, agar tidak mati. Lalu kenapa? Islam tidak pernah mengkebiri potensi siapa pun? Istri Nabi Khodijah juga seorang pedagang yang sukses yang kemudian menyedekahkan hartanya untuk perjuangan Islam, lalu apa ada yang salah jika seorang wanita ingin menjadi ibu rumah tangga saja, atau ibu rumah tangga sekaligus ilmuwan, dosen, perawat, dokter, dsb. Menurut saya setiap orang punya pilihan yang tidak harus selalu sama antara satu dengan lainnya. Jadi, apa pun pilihan yang kita ambil selama itu benar dan kita kerjakan dengan penuh tanggungjawab. That’s fine!

Lalu kenapa muncul anggapan bahwa kaum adam akan takut untuk mendekati seorang wanita dengan gelar pendidikan, pangkat,  atau pun jabatan lebih tinggi? Seharusnya itu  menjadi tantangan bagi setiap orang, jika memang mereka menganggap gelar dan tetek bengeknya merupakan salah satu standar yang digunakan untuk menilai kualitas pasangan, itu jadi motivasi dong, karena apa? Menghendaki pasangan-pasangan kita ada dalam satu khufu, pria yang baik untuk wanita yang baik, demikian juga sebaliknya. So dengan kata lain, orang yang berkualitas baik dari segi iman maupun intelektualnya adalah untuk orang yang berkualitas juga, demikian juga sebaliknya. Masalah adanya kekurangan dan perbedaan antara satu sama lain itu adalah salah satu bentuk sarana untuk saling melengkapi, kata orang Jawa “Tumbu ketemu tutup”, yang jelas perbedaan dan kekurangan ini pasti gak jauh-jauh dari kata se-khufu. Tau gak kenapa kok kaya gini? Karena Allah Maha Mengetahui bahwa manusia adalah makhluk yang dicipta paling sempurna dengan berbagai jenis yang banyak sekali, mereka tidak dapat hidup sendiri, mereka  butuh teman untuk saling melengkapi. So, Let’s Show our Quality!

Aku tidk akan berhenti!

Allah, biarkan aku melukis mimpi-mimpiku

Di atas awan nan putih

Di atas lapisan-lapisan langit-Mu

Jauh tinggi, menembus lapis tertinggi

Biarkan langkah-langkahku tetap tegap di bumi

Tubuhku tidak roboh oleh hempasan angin

Dan aku akan tetap kokoh pada realita

Sekalipun aku sedang bermimpi

Agar suatu saat mimpi itu benar-benar terwujud

Dan semuanya dapat melihat dengan terang

Bahwa semua mimpi itu bisa terwujud!

Karena aku tidak mampu lagi berhenti

Tidak mampu lagi untuk sekedar menangis

Menangisi kegagalan yang tidak pernah dibuktikan

Menagisi semua dunia utopia

Karena aku tidak mencoba

Biarkan sayap-sayapku mengepak lebar

Tidak patah oleh apa jua

Dan biarkan aku melihat setiap celah

Dari jendela-jendela dunia yang asing

Kemudian aku akan bersaksi tentang hidupku

Yang tidak sia-sia

Karena aku pernah berbuat sesuatu

Seperti kupu-kupu

Mati dengan indahnya

Terkenang dalam damainya.

Senin, 19 januari 2009. 22:30

I know this is hard way

I know that this is a hard way. No one who can help me. No quarantee that I’ll find the end, No time for me just to tear, No place for me just to breathe. But this one I have choosen. And now, letter, or forever I’ll never be disappointed.

I believe in changing, I will make it true. Some day! U only must wait and see, what I will do. Ok! just wait and see! Untill I broke all your proud and dignity

Aku sangat Kecewa

Aku sangat kecewa, dengan apa yang terjadi padaku. Aku telah berusaha dengan sepenuh hati, dan aku merasa aku layak untuk mendapatkannya. Tapi kenyataan ternyata berkata lain, ya… Hidup memang tidak selalu sama dalam memberi jawaban untuk pertanyaan satu tambah satu samadengan berapa.

Allah SWT. mungkin sedang mengujiku dengan kekecewaan ini, sama seperti yang telah lalu.

Aku sedih, kecewa, tapi biar saja. Aku tidak boleh larut dalam kesedihan dan kekecewaan. Biarlah kekecewaan ini menjadi bumbu dalam cerita hidupku.

Aku tidak akan berhenti sampai di sini, aku akan terus berusaha. Dan aku tidak akan menyerah untuk mengubah keadaaan ini. Aku akan membuktikan kalau aku mampu..Semoga saja…

Allah SWT. berikanlah kekuatan padaku untuk terus berusaha berada di jalan yang Kauridhai.

Aku merasa sangat bahagia…

Ehm, orang bilang bahwa waktu dapat menyembuhkan luka dan dapat pula mengubah segalanya, mungkin pendapat ini gak sepenuhnya benar, tapi waktu yang cukup panjang telah membawaku pada sebuah proses yang menghantarkanku di tempat ini, tempat dimana kedua kakiku sedang berpijak sekarang.

Aku sangat bahagia, karena Allah SWT. telah memberiku banyak inspirasi tentang makna kebebasan dalam hidup, kebebasan untuk tetap berada dalam kebenaran, kebebasan tanpa beban rasa bersalah, dan kebebasan untuk terus menjadi lebih baik.

Aku sangat bersyukur Allah SWT. telah memberiku celah untuk masuknya sependar cahaya melalui seseorang yang pernah memberi inspirasi.

Aku merasa sangat bahagia dengan kebebasan ini, karena itu jangan pernah bertanya mengapa aku tidak seperti mereka, jawabnya adalah aku tidak punya alasan untuk menghadapi pertanyaan Allah SWT. jika Dia bertanya: Mengapa kau hidup dengan sia-sia dalam ikatan semu buatan manusia?

Genetika dan Biometri

Untuk diriku sendiri dan teman-teman sesama manusia biologi yang akan mendapat matakuliah biometri dan genetika II
Uh, aku sudah membayangkan betapa banyak waktu yang akan kuhabiskan di kampus untuk ngerjain proyeklah, laporan praktikumlah, ujianlah, dan teman-temannya sebangsa dan setanah air. Dan seberapa besar ketahanan jasmani dan mental yang kubutuhkan untuk menghadapi tekanan dan tantangan yang mengiringi perkuliahan semester depan. Kalau semester kemarin dengan Genetika I saja rasanya sudah gak sempat tidur, semester depan gimana ya?
Hem, tapi gitu itu bunga2nya masa-masa kuliah di jurusan biologi. Nikmatin aja, dan jalanin dengan cara yang sebaik-baiknya. Pasti bisa asal kita berusaha dengan sungguh-sungguh. Dan satu hal yang harus terus diingat, kita tidak pernah boleh berpikir sedikitpun untuk menyerah, karena dalam hidup kita tidak memiliki pilihan untuk itu, satu-satunya pilihan adalah maju terus dan pantang menyerah, menghadapi dunia dengan berani dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.
Genetika II, Biometri, Anfisman, dsb boleh jadi melelahkan jasmani kita, tapi tidak mental kita, karena itu kita harus SEMANGAT!!!!!
Hidup tidak seluas area kampus, prestasi tidak hanya dilihat dari Indeks prestasi, dan kesuksesan tidak diukur sekedar dari pencapaian nilai. Masih banyak sisi dunia yang belum terjamah, masih banyak hal yang harus dipelajari, dan dari sanalah mungkin prestasi itu dapat diraih.

Suatu Hari Aku Menangis

Mungkin dulu banyak orang yang bertanya mengapa aku memilih jalan ini. Banyak pula orang yang menyayangkan keputusan ini. Mereka bertanya padaku mengapa kamu memilih untuk pergi ke sana? Padahal kamu mempunyai kemampuan untuk memilih tempat yang lebih baik untuk menuntut ilmu. Saat itu aku hanya diam, meski banyak orang yang meremehkan.

Allah Swt. tahu, aku mengambil keputusan ini dengan berbagai pertimbangan. Bagiku ini sangat tidak mudah, karena aku harus mengalahkan segala keinginan, ambisi, dan egoku sendiri. Belum lagi menghadapi omongan orang2 yang tidak semua tahu apa yang aku alami. Tapi hanya satu hal yang kuyakini, Allah Swt. mempunyai pelajaran tersendiri untukku.

Aku menangis, karena sedih, karena belum bisa memahami apa yang Dia inginkan. Tapi aku terus berusaha untuk bangkit dan menemukan kembali semangat dan kekuatan, dan aku terus berdoa pada Allah SWT. agar diberi petunjuk.

Dan sekarang aku tahu apa yang Allah Swt. ingin tunjukkan padaku. Pelajaran-pelajaran dan kebahagian-kebahagiaan yang tidak akan kudapatkan di tempat lain, hanya ada di sini. Pelajaran untuk menjadi lebih berani, terus maju dan pantang menyerah, menjadikan sesuatu yang tidak mungkin bagi orang lain menjadi mungkin untuk kita.

Kita memang tidak selalu mendapat yang terbaik dalam hidup. Tapi yang penting adalah bagaimana cara kita membuat apa yang kita miliki menjadi yang terbaik dengan cara bersyukur. Karena sesungguhnya Allah Swt. Yang Maha Adil, telah membagi kebahagiaan dan kesedihan itu dengan merata, hanya saja bentuknya berbeda-beda, tinggal kita berusaha memahaminya.

Dan Allah Swt. telah membuatku menjadi seperti ini, berusaha untuk terus menghadapi dunia dengan berani, dan terus berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

I Love My Freedom

Aku sangat menyukai kebebasan ini, kebebasan yang tidak mengikatku pada suatu ikatan yang memang tidak seharusnya ada sebelum Dia menentukan pada siapa aku akan terikat.

Aku sangat menikmati kemerdekaan ini, kemerdekaan untuk memilih dan berjalan di atas kebenaran.

Aku sangat bahagia dengan kemerdekaan ini, kemerdekaan yang membuatku selalu berpikir untuk menjadi lebih baik.

Aku sangat ingin membagi kemerdekaan ini, pada orang-orang yang menginginkan kebaikan di muka bumi.

Aku sangat menikmati kemerdekaan ini, kemerdekaan yang memang seharusnya dimiliki setiap hati jika kita memahami.

Aku sangat bersyukur dengan kemerdekaan ini, kemerdekaan yang diberikan ALLAH SWT kepada semua manusia di dunia ini, namun sering kita tak menyadari.

Menuntut Ilmu

Keutamaan orang yang menuntut ilmu dan orang yang rajin beribadah adalah seperti keutamaanku atas orang-orang terndah di antara kalian. sesungguhnya Allah dan Malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai semut di lubang hiu selalu memberi salam kepada guru yang mengajarkan kebaikkan kepada manusia. (H. R. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Aku gak peduli

Aku hanya ingin memikirkan masalah yang emang layak buat dipikir, masalah yang emang penting, emang buat apa mikirin mereka? Toh mereka bukan siapa-siapa. Yang penting aku dah berusaha melakukan yang terbaik yang kubisa.

yang jelas aku gak mau seperti mereka, hobinya KKN, jadi orang sok sibuk, sok penting, proporsional aja lah.

Ini buat orang yang ngerasa sok sibuk dan gak bisa ngehargai orang